June 3, 2017

Posted by Hanif Azhar Posted on 10:41 AM | No comments

Coretan Ramadan: Scotland VS Wkwkwk-land

Welcome to Scotland!
Alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan bertemu Ramadhan 1438 H. Saya percaya, setiap bulan suci pasti membawa makna, cerita baru dengan beragam hikmahnya. Toh, Allah maha perencana, tidak ada sesuatu yang luput dari tangan-Nya. Termasuk kesempatan saya sekarang bertemu Ramadan di Scotland.
Setelah mempublis artikel di website PPI UK Maret lalu, saya mendapat puluhan email tanggapan dari pembaca (http://ppiuk.org/lanjut-studi-di-uk-dengan-beasiswa-lpdp-w…/). Beberapa diantaranya menanyakan seputar kehidupan muslim di Britania Raya. Mulai dari fasilitas beribadah, ketersediaan makanan halal, sampai kekahawatiran menjalankan ritual keagamaan lainnya. Insyaallah, AMAN! Scotland, khususnya Glasgow tempat saya tinggal, merupakan tempat ramah imigran (efek dari kebijakan Pemerintah Inggris di masa lalu, jauh sebelum Brexit). Hal ini menjadi pintu utama masuknya Islam di era 1900an. Imigran muslim dari Pakistan, Bangladesh, India, maupun negara-negara timur tengah lainnya seperti Yaman dan Irak, berbondong-bondong bermigrasi dengan alasan ekonomi, politik, dan pendidikan. Kontan, Islam pun berkembang! Menurut Badan Statistik Nasional tahun 2016, jumlah muslim mencapai 3.114.992 orang, mencakup 5.4% populasi di Inggris dan Wales. Padahal 15 tahun lalu, tahun 1991, jumlahnya hanya 950.000 orang atau 1.9% populasi saja. Perkembangan yang menakjubkan!
Komunitas Islam Indonesia, KIBAR Glasgow
Nah, dari sini sudah mulai terjawab kan, kekhawatiran hidup sebagai muslim di Scotland. Fasilitas tempat ibadah? Insyaallah cukup, walaupun tidak sampai setiap gang ada mushola dengan kompetisi azan Maghrib seperti di Wkwkwk-land. Setiap kampus, mulai dari University of Glasgow, University of Strathclyde, Glasgow Caledonian University, semua tersedia mushola. Kalau Glasgow School of Arts dan Royal Conservatoire of Scotland, saya belum pernah sholat di sana. Jumlah Islamic Centre di Glasgow menurut mbah Google mencapai total 28 masjid. Namun untuk kenyamanan, lebih baik siap bawa sajadah kemana-mana. Saya sempat kok sholat di basement kampus. Paling ekstrim, sholat di Glasgow Necropolis, sebuah bukit kompleks pemakaman indah bergaya Viktoria.
Komunitas Pelajar Muslim di UoG, GUMSA
Komunitas muslim juga tersebar dimana-mana dengan beraneka mahzab sampai afiliasi karena latar belakang suku dan kebangsaan. Komunitas Indonesia sendiri ada yang namanya Keluarga Islam Indonesia di Britania Raya (KIBAR), yang biasanya rutin mengadakan kajian umum setiap bulan dan berbagai kegiatan lainnya. ada juga komunitas NU dan Muhammadiyah cabang UK lho. Komunitas muslim di kampus ada, GUMSA: Glasgow University Muslim Students Association. Mau nyari sholat Jum'at dengan khotbah berbahasa arab sampai bahasa Urdu (India) tersedia. FYI, saya pernah ikut jumatan khotbah bahasa Urdu, endingnya kejang-kejang ga paham isinya, malah terlintas Shakh Rukh Khan dan Kajol menari-nari di Castle Isle of Skye Scotland syuting Kuch-Kuch Hota Hai https://static.xx.fbcdn.net/images/emoji.php/v9/ff0/2/16/1f603.png:D(coba lihat video clipnya deh, itu seriusan ambil gambar di tempat saya). Saya pernah sholat bersebelahan dengan Syi'ah di kampus. Bahkan sempat juga magang di salah satu perusahaan travelling & leisure halal dan mendapatkan jaringan itu dari komunitas Islam. Keep calm guys, you are not alone!

Kalau makanan halal? Logikanya, semakin banyak imigran muslim, grosir halal juga menjamur. Banyak banget kok pilihan rumah makan halal. Sekedar informasi, Inggris punya komite sertifikasi makanan dan pemotongan hewan halal lho, namanya Halal Monitoring Committee (HMC). Bahkan di beberapa supermarket umum, seperti TESCO dan Sainsburry, sudah menyediakan halal corner kok. Namun, ada baiknya, sebagai muslim pendatang, kita mempelajari daftar makanan non-halal, seperti E-Codes yang mengandung lemak babi. Karena, biasanya E-Ingredients ini nyelip jadi bahan pembuatan roti, biscuit, ice cream, sampai marsmallow.
Perkembangan Islam yang pesat menbuat populasi muslim terus meningkat, fasilitas ibadah semakin nikmat, dan ketersediaan makanan halal. Terus, bagaimana dengan Ibadah Ramadhan? Coba kita main logika ya, Wkwkwk-land yang berada di garis katulistiwa saja puasa sekitar 13 jam, mulai jam 4.30-17.30. Nah, bagaimana dengan Scotland yang letaknya di ujung dunia mepet-mepet kutub utara? Kebetulan Ramadhan 1438 H ini bertepatan dengan musim semi-menuju-panas 2017. Durasi puasa antara subuh 2.45 dini hari sampai maghrib jam 10 malam, sekitar 19.5 jam! (((SEMBILAN BELAS SETENGAH JAM))) *mendadak pingsan* kebayang kan perjuangannya? Untungnya, walau (katanya) musim panas, tapi suhunya sejuk, sekitar 15 C doang hahahahaa. Tantangan utamanya jaga pandangan sih. Summer itu bikin kita banyak istighfar, main ke taman aja berasa di pantai. Lapangan hijau dipenuhi lautan manusia berjemur, dari yang sekedar berbaring sampai yang guling-guling.
Berbicara terkait Ramadan dan Kehidupan Muslim Scotland, ada beberapa catatan yang menurut saya dapat dicontoh di Wkwkwk-land:

Masjid ramah anak :D
MASJID RAMAH ANAK
Islam melarang untuk mengusir anak-anak dari Masjid. Sebaliknya, Islam justru mewajibkan umatnya membiasakan anak-anak datang ke masjid untuk belajar shalat, belajar membaca Al-Quran, belajar tajwid, dan belajar hukum syariat lainnya. Dalam realita wkwkwk-land, saya jarang menjumpai masjid ramah anak. Ada sebagian golongan yang membenci keramaian anak karena khawatir mengganggu kekhusu’an beribadah. Untungnya Scotland beda cerita! Saya menjumpai beberapa masjid super ramah anak! Mereka menyediakan ruang khusus bermain antara tempat sholat dan wudzu. Didesain sedemikian rupa dan disediakan berbagai fasilitas bermain supaya mereka suka ke masjid. Ada tenis meja, keranjang basket, sepak bola meja, dll. Serius! Ada taman bermain di dalam masjid!. Sambil menunggu waktu sholat, (saya dan) anak-anak bermain.
Pesan Sultan Muhammad Al-Fatih, Penakhluk Konstatinopel:
“Jika suatu masa kamu tidak mendengar bunyi gelak tawa anak-anak riang gembira di antara shaf-shaf shalat di masjid, maka sesungguhnya takutlah kalian akan kedatangan kejatuhan generasi muda di masa itu…”
Open House #Eh OPEN MOSQUE
Nah, menurut saya program ini bagus banget! Masjid Al-Furqon Glasgow rutin mengadakan Open Mosque, sebulan sekali sampai dua kali, kadang lebih kalau ada permintaan tambahan. Pesertanya macem-macem. Kebanyakan non-Islam, atau rombongan siswa SD. Menurut marbotnya, banyak isu negative terkait Islam membuat orang makin skeptis, baik itu negative, maupun murni rasa ingin tahu tentang Islam yang sesungguhnya. Mereka mengadakan tea party sambil diskusi ringan tentang Islam, dan melakukan presentasi di depan orang awam. Manusianya open-mind, terbuka untuk diskusi dan menjawab rasa keingintahuan. Masjid ramah non-muslim itu nyata! Tidak sedikit mualaf lahir setelah mengikuti beberapa meeting
Momen ketika Interview dengan media dakwah di China
KOTAK AMAL?
Ada yang unik di masjid sebelah flat saya. Mereka tidak hanya menyediakan ember charity, tapi juga dua mesin EDC (Electronic Data Capture). Banyak kok muslim kaya yang mau mendermakan sebagian kecil hartanya untuk sesama. Kecil bagi mereka sih, tapi cukup besar bagi orang lain. Makanya, Mesin EDC ini disediakan bagi mereka yang ingin berbagi dalam nominal yang besar. Efektif sih! Karena berdakwah harus sesuai kaumnya. Bagi kaum intelektual kaya yang sadar sedekah, mesin EDC jauh lebih efektif daripada kotak amal kan? Tinggal gesek kartu Hahaha.
Sekali lagi saya sampaikan, tidak perlu takut jadi minoritas. Tidak perlu takut hidup sebagai muslim di Inggris. Mari hilangkan kekhawatiran tak mendasar dari fikiran. Insyaallah toleransi di sini sangat berkembang. Semoga hal-hal positif dapat diaplikasikan di Wkwkwk-land masa depan! Amin! Tapi perlu dicatat juga, terkait Ramadhan, ngabuburit, dan urusan perkulineran, Wkwkwk-land JUARA! Ah, saya kangen Soto Lamongan, Sego Boranan, Lontong Balap, Lontong Kupang, Tahu genjrot, tempe mendoan, nasi padang, *sampe bingung mau nulis apa lagi, ga abis-abis kalau ngomongin makanan Wkwkwk-land* Kalau pengen lihat kehidupan muslim secara visual, Sabtu 10 Juni 2017 akan ditayangkan Moslem Traveller edisi Glasgow. Kebetulan kemarin saya dan teman-teman tim eksternal KIBAR Greater Glasgow yang menemani kru NET TV untuk keliling Scotland (link menyusul, kalau sudah publish di Youtube ya).
Momen pengambilan video Moslem Traveller, NET TV
Tuh kan, keasyikan nulis sambil menunggu waktu Shubuh sampai 1000 kata. Duh kalau saja semangat nulis seperti ini bisa diterapkan dalam menulis disertasi, kelar deh dalam dua minggu wkwkwkwk.

Salam, Hanif Azhar
Glasgow, 8 Ramadhan 1438 H
Ditulis sambil menunggu waktu Shubuh

Categories:

0 comments:

Post a Comment