January 13, 2014

Posted by Hanif Azhar Posted on 8:43 PM | 9 comments

Jurus Jitu Penaklukan Jepang


http://viewallpaper.com/anime-mix-hd-wallpaper.html
Kebetulan nih, ceritanya saya dapat proyek bersama orang Jepang untuk dua bulan mendatang. Tepatnya Green City Surabaya Project dari IGES Kitakyusu Jepang. Selain persiapan terkait pengetahuan tentang proyek besar, pengiriman dokumen-dokumen pendukung, sampai interview segala, kita juga harus mengetahui tentang attitude dalam berbisnis dengan orang Jepang. Berikut adalah poin-poin penting hasil sharing bersama Mbak Mia, salah satu orang Indonesia yang lama berkecimpung di JICA, yang harus diperhatikan selama bekerjasama dengan Jepang :

1. Disiplin
Orang Jepang memang terkenal sangat disiplin. Apalagi untuk urusan waktu. Ini bukan mitos lho! Misalnya, kita hendaknya sudah standby selama 15 menit sebelum meeting appointment dan sebagainya. Jangan sampai kita terlambat, walau cuma semenit. Karena keterlambatan akan menjatuhkan respect mereka kepada kita. Termasuk juga menyiapkan seorang organizer dalam venue tujuan meeting. Jangan sampai mereka menunggu di tempat meeting. Ketika mereka sampai, semua harus sudah disiapkan dengan baik.

2. Bertanyalah! Hindari keraguan
Jangan sampai ada sedikitpun keraguan dalam mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan bisnis bersama orang Jepang. Misal :
  • Bahasa, pastikan bahasa yang akan kita gunakan dengan mereka. Apakah full in english atau perlu interpreter Bahasa Jepang. 
  • Working report, meeting report, monthly submitting repport dan sebagainya, pastikan semua clear di awal. Apakah ada format bakunya atau kita yang membuat sendiri.
  • Selalu persiapan membawa list nama mereka, atau setidaknya menyiapkan attandence list meeting (biasanya terdapat biodata nama, kontak HP, email). Mereka akan sangat menghargai hal tersebut. Jangan sampai kita lupa nama mereka!
3. Fast response
Jangan sekali-sekali mencoba untuk menunda-nunda pekerjaan. Apalagi menunda membalas email. Apabila kita belum tahu jawaban email kita, tetep saja dibalas kilat untuk meminta waktu mencari informasi yang dibutuhkan.

4. Cinta mati produk dalam negeri
Orang jepang terenal dengan sifat nasionalisme yang tinggi. Hal ini juga merupakan turunan dari filosofi samurai. Kalau dalam urusan bisnis modern misalnya, usahakan memakai produk-produk Jepang, misalnya dalam urusan transportasi ; gunakan Toyota, Innova. Usahakan menghindari produk-produk dari negara rival, misalnya Korea.

5. Makanan
Ada beberapa point yang harus diperhatikan :
  • Hindari makanan yang terlalu pedas. Lidah mereka terbiasa makanan-makanan tawar, walaupun mereka juga suka mneksplorasi rasa.
  • Pada dasarnya, mereka suka sea food.
  • Hindari makanan-makanan Jepang seperti Sushi, Ramen, Dim Sum dan sebagainya. Bukannya mereka tidak suka, tapi mereka akan lebih menikmati makanan khas lokal kalau sedang berada di Indonesia.
  • Mereka akan semakin menikmati makan malam dengan live performance, misalnya tari daerah, atau bahkan pengelintingan rokok seperti di House of Sampoerna.
  • Beberapa rekomendasi rumah makan untuk di Kota Surabaya adalah ; Jenggala, Klayar, dan House of Sampoerna.
6. Pakaian
Pada umumnya orang Jepang menyukai pakaian-pakaian bisnis berwarna soft dan natural.

7. Akomodasi
Pastikan akomodasi beres dalam pelayanan kita. Mulai dari transportasi, sampai hotel. Pastikan kelas hotelnya juga sesuai dengan budget mereka. Pastikan hal-hal detil seperti single bed atau double bed, reguler atau king size, smoking room atau no-smoking room dan sebagainya. Usahakan juga hotel tepat mereka tinggal dekat dengan pusat perbelanjaan dan money changer, supaya kalau ada kebutuhan mereka bisa langsung mencari, cukup dengan jalan kaki.

8. Menghargai momen
Orang Jepang juga sangat menghargai momen. Walaupun mereka pasti membawa peralatan pengambil gambar sendiri, tapi tidak ada salahnya kalau kita juga turut serta mengabadikan momen. Baik untuk kepentingan bisnis maupun koleksi pribadi.

9. Perkaya wawasan
Bagian yang tidak kalah penting adalah update pengetahuan. Baik itu terkait bisnis maupun pengetahuan umum, mulai dari pengetahuan lokal sampai internasional. Misalnya, kita menceritakan sejarah-sejarah di Surabaya, bangunan-bangunan bersejarah ketika melewatinya, kuliner-kuliner makanan. Contoh kongkrit misalnya mereka bisa saya ajak main ke Taman Bungkul di Surabaya, yang merupakan taman kota nomor satu se-Asia, oleh The 2013 Asian Townscape Sector Award" dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 


Categories:

9 comments:

  1. Terima kasih....good luck and wish you all the best!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terinakasih atas sharing ilmunya ya Mbak Mia!
      pokoknya jangan bosan-bosan kalau saya minta sharing ilmunya lagi :D

      Good Luck juga buat mbak Mia!!!

      Delete
  2. Kalau lagi makan bersama dan menggunakan sumpit, jangan mengayunkan sumpit sambil makan dan jangan "menancapkan" sumpit ke makanan..(kayak pentol sunduk gitu), karena penancapan sumpit ke makanan terkesan seperti kematian.

    Orang Jepang suka belajar bahasa, dan tidak mungkin mereka akan membuat kamus mini Bahasa Indonesia mini made in mreka.

    Orang Jepang sangat tidak suka melihat kita nganggur, sebisa mungkin diberi pekerjaan brek brek brek dan deadline nya selalu mepet.

    *justforshareadditionalinfo*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Arigatou, atas informasinya mbak Arum...
      *langsung masuk catatan*

      oia, kalo ga bisa makan pake sumpit gmn ya? Klo makan milih pke sendok aja ada attitudenya ga ya???

      Delete
  3. Mantap caakkkk. Semua point udah mewakili bangett hehe ;)))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you bang Chickita Meidy :)
      Nanti sy pengen sharing2 ma abang trkait Jepang2an ya :))

      Delete
  4. Selain mengerjakan tugas yang memang job description kita, sering kali kita mendapat tugas di luar itu, jadi harus bisa multi tasking dan flexible. Karena atasanku yang orang Jepang juga multi tasking dan ga segan2 membantu pekerjaan yang diluar tugasnya.

    Semangat Nif..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih masukannya mas Muis...
      pean masih punya utang ngajarin Q TOEFL, huhuu masih 500an ni, ga naek2 haha

      Delete
  5. Permisi... Ijin meninggalkan jejak yah :) Kali aja ada yang butuh Dus Makanan. Jadi bisa hubungi kami Greenpack.

    ReplyDelete