January 14, 2014

Posted by Hanif Azhar Posted on 9:23 AM | No comments

Everything Happens for a Reason



Hari ini tanggal merah, Selasa 14 Januari 2014. Tepatnya memperingati hari besar Islam, Maulud Nabi Muhammad SAW. Yang namanya tanggal merah, kurang afdhol kalau tidak dioptimalkan untuk tiduran #eeh beribadah. Akhirnya, setelah Sholat Shubuh dan menyelesaikan program #ODOJ One Day One Juz, menjawab panggilan kasur untuk bergulung-gulung ria nampaknya nikmat. Apalagi ditambah obrolan hangat dengan roommate saya, Imron Gozali.

Bro, ngerasa aneh ga sih, tiba-tiba kita dipertemukan kembali, sekamar lagi. Padahal kita sudah bertebaran di muka bumi, dan ketemunya sama orang-orang ini lagi,” saya mencoba membuka obrolan. “Hmm... Everything happens for a reason, Bro. Allah maha mengetahui apa yang tidak kita ketahui. Rencana-Nya pasti jauh lebih indah dari prediksi kita,” jawabnya penuh filosofi. Dengan semangat, dia pun memberikan penjelasannya berdasarkan pengalaman hidup yang ia dapatkan di pekerjaan barunya, Nalco, sebuah perusahaan multinasional yang bergerak di bidang chemical engineering.

***
Cerita Hikmah #1

Imron punya senior di perusahaan tempat ia bekerja. Ketika masih baru, seperti posisinya sekarang, dia merupakan karyawan yang tangguh dan cekatan. Dia menjadi salah satu karyawan muda yang dibanggakan bosnya. Sayang, seiring dengan berjalannya waktu, kemampuan dan attitude seniornya Imron ini tidaklah tumbuh seimbang. Oleh sebab itu, bosnya pun mulai memandangnya sebelah mata.

Suatu hari, bosnya diajak bermain golf dengan temannya yang juga merupakan bos dari perusahaan kompetitor. Sahabat tetaplah sahabat, walaupun bisnis bertentangan. Temannya itu menceritakan kalau seniornya Imron mencoba melamar pekerjaan di perusahaannya. Alhasil, si bos pun menjelaskan attitudenya kepada temannya. Yah, bisa ditebak kan, endingnya? Senior tersebut pun akhirnya tidak diterima di perusahaan baru, tapi tak beranjak posisinya di bawah perusahaan lama. It’s life!

***
Cerita Hikmah #2

Kami punya seorang teman, sebut saja FA. Dia anaknya asyik, humoris, ceria, tapi kadang terlalu blak-blakan dalam mengungkapkan perasaan. Sehingga tidak jarang teman kami yang lain tersinggung karena ungkapannya, entah itu yang disengaja maupun tidak. Sampai suatu ketika, beberapa teman kami, sebut saja DC dan AD, pun sempat kesal sekesal kesalnya dengan si FA. Sampai pasca kampus pun rasa ini tetap terbawa.

Kami tidak pernah tahu perkembangan kasus ini sampai dimana sekarang. Yang kami harap hanyalah yang terbaik bagi mereka. Semoga kita tidak asal atau dengan mudahnya menyakiti hati orang lain, karena kita tidak tahu, kapan karma itu akan berlangsung.

Cukuplah untuk konten seriusnya. Saatnya menikmati liburan. Kebetulan sahabat saya yang lain, Faisal Maulana, juga mengajak sarapan bareng sambil ngobrolin konsep rekrutmen Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2014 dari Kemenpora. Quality time! Itadakimasu!

Faisal (kiri), Hanif (tengah), Imron (kanan)

Categories:

0 comments:

Post a Comment