January 5, 2014

Posted by Hanif Azhar Posted on 3:06 PM | No comments

ATM Kebaikan, ATM Canggih dari Tuhan

ATM, Automated Teller Machine, adalah sebuah alat elektronik yang mengijinkan nasabah bank untuk mengambil uang dan mengecek rekening tabungan mereka tanpa perlu dilayani oleh seorang "teller" manusia. Banyak ATM juga mengijinkan penyimpanan uang atau cek, transfer uang, dll.

Pada ATM paling modern, pelanggan diidentifikasi dengan memasukkan Kartu ATM plastik dengan strip magnetik atau kartu pintar plastik dengan chip, yang berisi kartu yang bernomor unik dan beberapa informasi keamanan seperti tanggal kedaluwarsa atau Kode keamanan kartu (CVV). Otentikasi ini disediakan oleh pelanggan saat memasukkan nomor identifikasi pribadi (PIN). ATM terbaru di Royal Bank of Scotland beroperasi tanpa kartu untuk menarik uang tunai hingga £100. Pelanggan awalnya harus mendaftarkan nomor ponsel merekadan dan bank akan memberikan kode enam digit untuk masuk ke ATM untuk menarik uang tunai tersebut.

Menggunakan ATM, pelanggan dapat mengakses akun bank mereka untuk membuat penarikan, uang tunai melalui kartu debit, dan memeriksa saldo rekening mereka serta membeli kredit ponsel prabayar . Jika mata uang yang ditarik dari ATM berbeda dengan rekening bank dalam mata uang (misalnya: Penarikan Yen Jepang dari rekening bank berisi Dolar AS), uang tersebut akan dikonversi pada nilai tukar resmi pasar. Dengan demikian, ATM sering memberikan salah satu kemungkinan harga tukar terbaik resmi untuk wisatawan asing, dan juga banyak digunakan untuk tujuan ini. (wikipedia.org)

ATM Kebaikan
Kebayang ga sih, kalau sistem ATM ini kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari?
Ibaratnya, kita menabung kebaikan, kemudian sewaktu-waktu kita bisa mengambilnya. Cara ngambilnya dengan beribadah. Simplenya, beribadah itu kaya mesin ATMnya, saldonya adalah amal kebaikan yang kita lakukan. Amal ibadah tentunya banyak bentuknya. Mulai dari berjuang di jalan-Nya dengan harta kekayaan, tenaga fisik, pemikiran. Semakin banyak kita menabung kebaikan, semakin besar pula saldo kebaikan kita :D kebayang kan?


Konsep ATM Kebaikan ini pertama kali dipopulerkan oleh Gusti Hamdan Firmanta. Beliau adalah Dosen Universitas Pembangunan Nasional (UPN) di Surabaya. Jebolan Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tahun 2010 merumuskan konsep ATM Kebaikan berdasarkan pengalaman hidupnya.

Masa lalunya memang tidak semulus teman-temannya. Dia merupakan anak yatim dari lima orang bersaudara. Sejak kecil dia sudah mandiri dan tidak pernah merepotkan ibunya. berbagai macam kegiatan sosial dan wirausaha sudah ditekuninya. Bahkan, dia mendapat julukan "Mas Pastel" oleh teman-teman SMP karena dia selalu menjajakan Pastel (makanan semacam pastri yang dibuat dengan meletakkan isian di atas adonan, lalu dilipat dan ditutup rapat). Sempat diusir dari sekolah karena tidak mampu membayar SPP, sampai ngelesi minimal 3 tempat setiap hari untuk memenuhi kebutuhannya ketika kuliah. Sinetron banget kan? tapi ini bukan fiksi semata :D

Dari berbagai macam cobaan itu, dia mampu untuk bertahan, bahkan selalu berbuat kebaikan. Percaya tidak percaya, dia sudah mulai melakukan kurban ketika Idul Adha sejak tahun 2009, padahal ketika itu keadaannya masih serba kekurangan. Bisa lulus saja sudah Alhamdulillah. Dia juga mendirikan lembaga pendidikan AULIYA untuk anak-anak yang tidak mampu. Perjalanan hidupnya yang inspiratif inipun membuatnya terpilih menjadi salah satu narasumber dalam buku 25 Mahasiswa Inspiratif ITS dan juga memenangkan kompetisi M-150 Award : Mencari Pahlawan!


Dia merasa, ada faktor X di luar kemampuannya. Tangan Tuhan yang bermain di sana. Dia meyakini firman-Nya
"Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah Telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (Q.S At-Thalaq : 3)

Semoga kisah hidupnya mampu menginspirasi kita semua!
Pengen kenal sama beliau? kontak saja facebooknya :D
Categories:

0 comments:

Post a Comment