July 2, 2012

Posted by Hanif Azhar Posted on 12:54 AM | No comments

Penjara Termanis itu bernama Asrama Vampir

Tidak terasa, 2 tahun sudah digembleng dalam program pembinaan kepemimpinan yang mengimplementasikan Islam secara menyeluruh dalam segala aspek kehidupan. Menjadi keluarga besar PPSDMS Nurul Fikri, khususnya angkatan V regional 4 Surabaya adalah anugerah terindah yang pernah ada. Bahkan, bisa jadi PPSDMS adalah milestone terbesar saya dalam puncak pengembangan diri selama ini. Tapi tunggu dulu kawan, Proses itu tidaklah mudah. Memang menyakitkan awalnya, tapi semuanya akan indah pada waktunya.

 “Jika dia menginginkan kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolak karuniaNya" (QS.Yunus :107)

Menjadi peserta PPSDMS, berbagai macam Shock terapi datang. Berasal dari Jurusan Desain Produk Industri ITS, notabenenya sangat berbeda dengan mayoritas teman-teman asrama. Lifestyle yang glamour, hedonisme tingkat akut, sampai kehidupan malam yang cukup larut. hahaa

Pertama kali masuk asrama, dipertemukan dengan insan luar biasa. Hidup seatap dengan manusia pilihan adalah nikmat tersendiri sebagai pemasok motivasi tiada henti. Atmosfir kepemimpinan begitu terasa. Karena saya sekamar dengan para pejabat kampus. Seorang ketua BEM Fakultas Psikologi UNAIR yang bijaksana, ketua bidang Pengkaderan Fakultas Keperawatan UNAIR yang selalu bersemangat, dan seorang ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia ITS yang super prestatif. Bayangkan saja, seorang kahima dengan berbagai penghargaan prestasi dan IPK hampir mendekati 4.0 sempurna. “Ya Allah, bagaimana bisa hamba hidup sekamar dengan orang-orang seperti ini?” Minder ? sangat! Tapi bukanlah Hanif kalau menyerah hanya pada keadaan seperti ini. Alhamdulillah, saya belajar banyak dari mereka.

Shock terapi masih berlanjut. Rentetan kegiatan bagaikan peluru yang siap memberondong tubuh setiap saat. Bayangkan, betapa terkejutnya ketika ada kontrak dengan berbagai capaian yang jauh di atas angan. Mulai dari hafalan Al-Quran minimal 2 juz, Tae Kwon Do sampai sabuk Biru, TOEFL minimal 500, IPK harus selalu diatas 3 (skala 4), harus membaca buku di luar kuliah perbulan satu, sampai targetan prestasi-prestasi pribadi. Bahkan, kami yang awalnya mengenal angka 3 adalah angka cantik karena ganjil dan disenangi oleh Allah, sekarang menjadi sedikit horror. Karena setiap awal bulan, tepatnta tanggal 3, deadline pengumpulan tugan bulanan asrama. Kehidupan macam apa lagi ya Allah! Tapi sekali lagi, bukan Hanif namanya kalau dihadapkan dengan keadaan begitu saja sudah menyerah.

Dan tahukah kawan, Shock terapi itu terus berlanjut! Bahkan sampai akhir pembinaan PPSDMS Nurul Fikri. Percayalah, Allah selalu memberi kita shock terapi sebagai bentuk kasih sayang pada hambaNya. Melalui itulah kita belajar. Sampai sekarang pun saya selalu tersenyum sendiri kalau ingat masa-masa 2 tahun itu. Sesekalipun saya menganggap bahwa asrama bagaikan penjara. Tapi PPSDMS beda, asrama ini adalah penjara termanis yang pernah ada. Apalagi kenangan-kenangan gila di dalamnya. Itulah asrama vampirku.


Asrama Vampir : 2 Juli, 2012

Entah kenapa tanggal ini selalu bersejarah di tiap tahunnya. 2008, 2 Juli adalah hari dimulainya SNMPTN. Hahaa... jadi ingat jurusan impian yang aku tinggalkan setelah kudapatkan. Teknik Kimia ITS dst. Sampai pada 2012, 2 Juli adalah final EURO 2012 (#eeh out of topic) maksutnya adalah farewell party PPSDMS Angkatan 5 Regional IV Surabaya.

Berbagai acara pun diagendakan untuk mempermanis farewell party ini. Mulai dari pemutaran video-video kaledioskop asrama (kebetulan memang anak-anak hobi bikin video), Candle light dinner, tukar kado dan harapan-harapan untuk saudaranya, bahkan  sampai nonton bareng final EURO 2012.

Agenda paling berkesan adalah sesi sharing dan muhasabah berjamaah mengenang 2 tahun bersama. Masing-masing individu mengungkapkan semua perasaannya. Sumpah, malam itu sakral banget. Lampu asrama dimatikan, hanya sebuah lilin jumbo sebagai penerang di tengah lingkaran insan-insan luar biasa. Uniknya, dari sesi sharing ini, anak-anak diberi kesempatan untuk memberikan 2 permen sebagai simbolis untuk 2 peserta yang paling inspiratif, paling berkesan, paling dekat, atau paling-paling lainnya.

Bagi saya, semua sahabat di asrama adalah saudara saya. Setiap individu punya tempat spesial paling, paling, dan paling (variatif) disana. Namun, 2 permen ini akan mewakili hal itu untuk 2 orang spesial bagi saya di asrama.

Muhlas Hanif Wigananda
Ya, dia merupakan orang pertama yang saya beri permen. Bagi saya, muhlas adalah sosok sahabat, sosok kakak, sosok teman, sosok pemimpin yang inspiratif. Terimakasih atas semuanya brother. Nothing to say about him. If He were here

Anindito Kusumojati
Jujur, baru kali ini saya menemukan sosok penyabar, penyayang, orang yang SUPER ikhlas dalam segala hal seperti dia. Bahkan, seringkali saya menasihatinya untuk tidak menjadi lilin yang menerangi orang lain dengan membakar dirinya sendiri. Sumpah, Inspiratif!

Selain itu, saya juga mendapat permen persaudaraan dari peserta lain, yang mungkin menurut mereka saya cukup berarti dalam hidupnya sebagaimana Muhlas dan Dito bagi saya.

Imron Gozali
Dia adalah teman sekamar saya pertama kali masuk asrama inkubator muda. Partner akademisi yang sempurna, partner prestasi yang mumpuni, partner organisasi, Excellent! Bagi dia, mungkin banyak momen yang tak terlupakan, tapi ada 2 yang dia sampaikan. Pertama adalah pasca pemilihan mawapres. “jujur, saya tidak akan jadi mawapres Teknik Kimia kalau bukan karena Hanif. Bahkan dia mengultimatum bakal mengusirku dari kamar kalau tidak jadi mawapres,” ungkapnya. Saya jadi bingung nih, punya hak apa saya mengatur-atur hidupnya. Momen kedua adalah masa-masa pemira Presiden BEM ITS 2011 (namun, saya tidak mau membahas yang ini). Anyway, thanks permennya ya bro! Maaf juga kalau 2 tahun ini saya banyak salah.

Arif Syaifurrizal
Pertama kali bertemu dia ketika Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) 2010, satu kereta, satu gerbong, dan satu tempat duduk. Entah kenapa, saya merasa dekat dan menganggapnya seperti adik sendiri, begitupun dia. “terimakasih mas Hanif, sudah menjadi kakak yang baik, care dengan adiknya, teman diskusi, dan teman cangkruk,” ungkapnya. Tetep semangat ya adikku... walaupun dengan berbagai kesibukan sebagai Presiden BEM Universitas Airlangga, tetep ingat kakaknya ya

Anindito Kusumojati
“Saya mungkin tidak ada bersama teman-teman disini kalau di awal tidak ada Hanif yang selalu berusaha untuk mengajak survive di asrama,” katanya. Terimakasih brother, atas permennya. You are amazing!

Dan juga buat seluruh penghuni asrama yang luar biasa hebatnya! Mulai 2 supervisor kami yang keren. Mas Wawan Ismanto dengan gaya cool-nya, diimbangi dengan mas Khoirul Mubin dengan kehangatannya.


Saudaraku kamar 5 ; Imron Gozali presiden BEM ITS Excellent sepanjang sejarah, Nanang Rosadi Presiden BEM Fak. Psikologi yang multifungsi, adikku Nizar Aquita Menteri Dalam Negeri BEM Universitas Airlangga yang sangat membanggakan.


Sahabatku kamar 2 ; Achmad Choiruddin dengan suara emasnya, Anindito Kusumojati dengan keikhlasannya, Muhammad Fauzi dengan keLAKIannya, Mujahidin presiden BEM FKG UNAIR yang selalu mengaku tampan nan rupawan, serta Alam Aziz Anggono Sufi (Suka Film) terbijak di asrama.


Sahabatku kamar 4 ; Potayanda ketua SKI FH UNAIR yang gaul abis, mas Ainun Naim owner Mie Neraka dan Jus Surga, Nilzam Ali entrepreneur muda yang potensial, dan Ary Miftahul Huda yang bakal menggondol emas di PIMNAS kali ini.

Saudara ta’akhi saya ; Saifullah Amri sang dokter gigi yang cool dan tenang, serta Nilzam Ali kahima HIMA Sejarah FIB UNAIR. Terimakasih sudah menjadi kakak yang baik selama di asrama.

Terimakasih semuanya! Sukses buat kitta semua. Yang kami harap adalah terbentuknya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat serta kebaikan dari Allah pencipta alam semesta. See you on TOP guys!



Dear Allah,
Saya minta KEKUATAN, dan Engkau memberi saya KESULITAN untuk membuat saya KUAT
Saya bertanya tentang KEBIJAKSANAAN, dan Engkau memberi saya MASALAH untuk DISELESAIKAN
Saya meminta untuk KEMAKMURAN, dan Engkau memberikan saya TENAGA untuk BEKERJA
Saya meminta KEBERANIAN, dan Engkau memberi saya BAHAYA untuk DIATASI
Saya meminta CINTA, dan Engkau memberi saya orang-orang yang BERMASALAH untuk DIBANTU
Saya meminta NIKMAT, dan Engkau memberikan saya PELUANG
saya TIDAK MINTA apa-apa untuk DIRI SAYA, tapi saya MENERIMA semua yang saya PERLUKAN

Musa tak pernah menyesal dihanyutkan di Sungai Nil oleh ibunya
Musa pun tak pernah protes diadopsi Raja Tirani sepanjang sejarah manusia
Yusuf tak pernah sombong dijadikan anak kesayangan orang-orang disekitarnya
Yusuf pun tak pernah dendam dengan saudara-saudara yang hampir membunuhnya
Karena mereka tahu, disanalah ladang pembelajaran kehidupan yang sebenarnya

Dan ingatlah kawan . . .
Tuhan menguji keikhlasan dalam kesendirian
Tuhan memberi kedewasaan ketika masalah berdatangan
Tuhan melatih ketegaran dalam kesakitan
Pertanyaannya apakah hati ini tetap istiqomah ?
Ya Allah saya tidak minta cobaan dikurangi
tapi kuatkan punggungku untuk memanggulnya.
Bismillah, semoga ilmu dan amanah ini barokah
Categories:

0 comments:

Post a Comment