May 21, 2012

Posted by Hanif Azhar Posted on 4:00 PM | No comments

Polemik Puasa Khusus Bulan Rajab


"Cuma mau mengingatkan aja, besok tanggal 22 Mei 2012 kita masuk awal bulan Rajab. Barang siapa puasa 2 hari d awal rajab seakan ibadah 2 thn . Barang siapa mengingatkan org lain ttg ini seakan ibadah 80 thn. Terimakasih ya! smuga bisa mengamalkan!" 

itu adalah SMS dari Faisal Maulana, salah seorang sahabat asrama inkubator future leaders. Kemudian, pasca SMS ini pun, satu per satu SMS serupa menghujani inbox Android saya. Hmmm...


Jujur, baru kali ini saya mendengar ada puasa sunnah dengan reward dan Doorprize yang menggiurkan seperti yang saya sebutkan di atas. Spontan, saya pun langsung bertanya pada om Google untuk mencari referensinya. kebetulan, saat itu memang belum ada teman diskusi terkait hal ini. barangkali pembaca bisa memberi masukan :D

Beberapa pertanyaan yang ada dalam benak saya. Bagaimana sih, puasa khusus di Bulan Rajab? Apakah ada tuntunannya? Adakah dalil yang mendukungnya? Atau amalan tersebut hanyalah amalan yang tanpa dasar?

Sikap skeptis itu pun muncul. Karena saya memang tidak akan mengerjakan amalan yang memang benar-benar tanpa dasar. well, setelah memilah-milah referensi, akhirnya menemukan beberapa dasar sebagaimana yang dituliskan oleh Muhammad Abduh Tuasikal yang bertajuk : Adakah tuntunan puasa khusus di Bulan Rajab ?

Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Hadits yang menunjukkan keutamaan puasa Rajab secara khusus tidaklah shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya.” (Latho’if Al Ma’arif, hal. 213). Ibnu Rajab menjelaskan pula, “Sebagian salaf berpuasa pada bulan haram seluruhnya (bukan hanya pada bulan Rajab saja, pen). Sebagaimana hal ini dilakukan oleh Ibnu ‘Umar, Al Hasan Al Bashri, dan Abu Ishaq As Sabi’iy. Ats Tsauri berkata, “Bulan haram sangat kusuka berpuasa di dalamnya.” (Latho’if Al Ma’arif, hal. 214).

Penulis Fiqh Sunnah, Syaikh Sayyid Sabiq rahimahullah berkata, “Adapun puasa Rajab, maka ia tidak memiliki keutamaan dari bulan haram yang lain. Tidak ada hadits shahih yang menyebutkan keutamaan puasa Rajab secara khusus. Jika pun ada, maka hadits tersebut tidak bisa dijadikan dalil pendukung.” (Fiqh Sunnah, 1: 401).

Sebagaimana dinukil oleh Sayyid Sabiq dalam Fiqh Sunnah (1: 401), Ibnu Hajar Al Asqolani berkata, “Tidak ada dalil yang menunjukkan keutamaan puasa di bulan Rajab atau menjelaskan puasa tertentu di bulan tersebut. Begitu pula tidak ada dalil yang menganjurkan shalat malam secara khusus pada bulan Rajab. Artinya, tidak ada dalil shahih yang bisa jadi pendukung.”

Jika ingin puasa di bulan Rajab karena ada kebiasaan seperti punya kebiasaan puasa daud, puasa senin kamis, puasa ayyamul bidh atau puasa tiga hari setiap bulannya, ini berarti tidak mengkhususkan bulan Rajab dengan puasa tertentu dan tidaklah masalah meneruskan kebiasaan baik seperti ini.

Setiap perbuatan dasarilah dengan ilmu, begitu pula setiap broadcast mengajak pada kebaikan, dasarilah dengan ilmu.
Categories:

0 comments:

Post a Comment