January 5, 2012

Posted by Hanif Azhar Posted on 7:11 AM | No comments

Think BIG, Do SMALL, Do NOW

Banyak orang bermimpi ingin mengubah keadaan bangsa. Banyak pula yang yang berangan-angan sebuah perubahan besar terjadi di Indonesia.  Banyak aksi demonstrasi yang dilakukan untuk mengaspirasikan suara nurani kepada pemerintah. Tapi, belum banyak yang menyadari, perubahan paling mendasar harusnya dimulai dari diri sendiri. Karena kesuksesan bangsa merupakan akumulasi dari kesuksesan individu.
Forum Young Leaders for Indonesia, McKinsey 2011

“Think BIG, do SMALL, do NOW” itulah salah satu pesan singkat inspiratif dari Menteri Perdagangan Republik Indonesia Kabinet Bersatu Jilid 2, Gita Wirjawan. Pesan tersebut disampaikan beliau kepada 60 pemimpin muda dalam Forum 3 Young Leaders for Indonesia 2011 : Lead Change to Unleash Indonesia. Dengan penyampaian yang menawan dan contoh-contoh kecil inspiratif, dia berhasil menghipnotis peserta YLI. Esensi dari pesannya adalah ajakan untuk mengembangkan kompetensi daya saing global, namun tetap menjunjung tinggi kearifan lokal.

Jika diperhatikan, arah gerak mahasiswa juga mulai bergeser. Dahulu, demonstrasi kepada pemerintah bisa jadi lebih dominan. Sekarang lebih banyak turun langsung ke lapangan mengaplikasikan ilmunya kepada rakyat. Sedikit menengok juga di kampus perjuangan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Proyek sosial yang diinisiasi oleh mahasiswa-mahasiswa kreatif ini pun mulai menjamur dan menebar manfaat kepada masyarakat sekitar.
taman baca. sumber : reganmian.net

 Salah satunya adalah Gubuk Ilmu Indonesia (GII). Gerakan sosial yang diinisiasi oleh Ni Luh Putu Satyaning Pratnya Paramitha, Mahasiswa Statistik FMIPA ITS ini menyita perhatian civitas akademika. Konsepnya memang simpel, yaitu menjadi pengumpul buku untuk anak-anak jalanan yang kurang mampu, tentunya dikombinasikan dengan kegiatan yang menyenangkan. Peserta Forum Indonesia Muda (FIM) angkatan 11 ini cukup menginspirasi teman-temannya untuk melakukan proyek social lainnya.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Muhlas Hanif Wigananda. Bersama rekan-rekannya, dia menginisiasi gerakan Indonesia membaca dengan membentuk perpustakaan online merah-putih. Konsepnya cukup unik, yaitu delivery service. Koleksi bukunya juga beragam. Mulai dari buku diktat kuliah, dan buku pergerakan pemikiran dari yang paling kanan sampai yang paling kiri semua tersedia. Tujuan utamanya memang ingin menumbuhkan budaya membaca di kalangan mahasiwa.

Selain gerakan-gerakan yang diinisiasi oleh beberapa mahasiswa, ormawa-ormawa setingkat Universitas juga mulai fokus ke arah sana. Sebut saja Jamaah Masjid Manarul Ilmi (JMMI) ITS dengan taman bacanya di Dolly, sebuah prostitusi terbesar di Asia Tenggara. Taman baca tersebut cukup memikat antusias warga Surabaya. Bahkan beberapa politisi dan artis muda sempat singgah disana, sebut saja Rieke Diah Pitaloka.
Dibawah pimpinan Presiden Imron Gozali, BEM ITS pun cukup serius dalam menggarap proyek social. Hal ini dibuktikan dengan adanya Badan Semi Otonom (BSO) ITS Education Care Center (IECC). Mereka mempunyai anak binaan di beberapa tempat. Bahkan salah satu programnya, Surabaya Goes to School, menjadi finalis project solver terfavorit di IPA SOLVE AWARDS 2011. Kementerian Sosial Masyarakat pun tahun ini akan difokuskan membantu menawarkan solusi untuk kasus Lumpur Lapindo.


Hal itu hanyalah beberapa contoh kecil proyek sosial yang diinisiasi oleh mahasiswa ITS Surabaya. Dan secara tidak langsung, hal-hal kecil tadi juga menginspirasi mahasiswa lain untuk melakukan proyek sosial berikutnya. Melihat dari berbagai macam proyek sosial ini, optimisme perubahan bangsa pun semakin bermekaran. Sebagaimana kata pepatah, lari seribu meter pasti diawali sebuah langkah kecil.
Mari membuat perubahan kecil untuk masyarakat sekitar.
Mari menginspirasi yang lain untuk melakukan hal serupa.
Dan mari kita lihat, akumulasi dari perubahan-perubahan kecil itu akan menjadi perubahan besar di  masa depan, kawan!

Hanif Azhar
Mahasiswa Desain Produk Industri
Instutut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya
Categories:

0 comments:

Post a Comment