October 1, 2011

Posted by Hanif Azhar Posted on 12:40 PM | No comments

Kamar 2 : Ikhwan Idaman Penuh Kegejean!

Alhamdulillah, tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat. Satu tahun sudah saya dan saudara-saudara saya digembleng di Future Leaders incubator , Asrama Program Pembinaan Sumber Daya Manusia Strategis (PPSDMS) Nurul Fikri angkatan 5 regional IV Surabaya. Tentunya selama setahun ini banyak momen tak terlupakan. Apalagi di semester kedua ini harus menghabiskan hari-hari dengan pemuda-pemuda luar biasa kamar dua.

Well then, dua semester sudah menjalani program pembinaan. Tentunya banyak capaian goal di luar dugaan. Namun kali ini tidak akan membahas hal tersebut. Karena akhir semester dua ini sudah ditandai dengan Evaluasi Semester dari pengurus pusat, maka berakhir pula keceriaan kamar dua penuh cinta.

Mungkin beberapa teman-teman asrama punya cara unik untuk mengenang satu semester bersama teman-teman sekamar. Begitu pula saya. Ulasan profil masing-masing penghuni kamar 2 spesial saya berikan buat kalian saudaraku. :-*

Achmad Choiruddin, Si Genius Bersuara Emas

Namanya cukup singkat, Achmad Choiruddin. Teman-teman biasa memanggilnya Didin. Pertama kali mengenal, sudah tampak jelas kegeniusan di wajahnya. Lembut, kalem, santun, dan bersahabat. Dan kecurigaanku terhadap kegeniusan itu pun terbukti. Sejak kecil pria kelahiran 1992 ini cukup berprestasi. Mulai dari akademisi sampai kompetisi religi. Seabrek penghargaan pun sempat dilahapnya. Sampai mungkin tak terhitung jumlahnya.

Oia, Gus Sidoarjo 2010 ini juga punya keahlian tarik suara yang cukup khas. Keahlian itu disalurkannya lewat nasyid dan tilawah Al-Quran. Setiap pagi mendengar suara emasnya melantunkan ayat suci cukup menenteramkan hati. Apalagi kalau sedang terkena syndrome galau. Sesuatu banget. Suara emasnya bisa menjadi salah satu alternative obat yang cukup mujarab. Bahkan, berbekal suara tersebut, juara Olimpiade Sains Nasional Perguruan Tinggi Negeri (OSN PTN) bidang Statistika ini sempat pula menggondol piala dalam audisi nasyid di Surabaya.

Selain itu, calon pengurus inti Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas MIPA (BEM FMIPA) ITS ini juga mendapat predikat IPK tertinggi di jurusan Statistika ITS. Bayangkan saja, targetan ni anak cukup gila! Di dinding meja belajarnya ditulis huruf balok besar IPK HARUS MENCAPAI 3.93. Gila, kan? Dewo pancen arek siji iki!. Bangga bisa berteman dengan Si genius bersuara emas sepertimu, Didin


Alam Aazis Anggono, Sufi Jago Debat

Sufi (suka film, red) yang satu ini bagaikan pepatah lama, air tenang menghanyutkan. Tampangnya memang sangat kalem dan bersahaja. Dia juga tidak banyak tingkah seperti penghuni kamar dua lainnya. Bahkan, dia adalah orang kedua setelah Didin yang mungkin cukup teraniaya di kamar dua. Kok bisa? Hal ini karena saking ramainya seperti kandang jangkrik, Alam yang notabenenya mahasiswa Fakultas Hukum Unair ini dituntut untuk banyak belajar dan membaca. Namun lagi-lagi semua berubah ketika Negara api menyerang. Ck ck ck!

Dibalik sikapnya yang tenang, ternyata sufi satu ini juga ahli debat lho!. Beberapa kali dia aktif dalam kompetisi debat di kampusnya. Selain itu, sosok kepemimpinannya juga tidak perlu diragukan lagi. Alam pun dipercaya menjabat Sekretaris Jenderal (sekjen) SKI Fakultas Hukum Unair menemani sang ketua Rizal Al-Rasyid kamar sebelah.


Anindito Kusumojati, Sang Dokter Listrik

Dito adalah keluarga baru di kamar kami. Mungkin dia belum sampai dua bulan berada di asrama pembinaan ini. Namun daya adaptasinya cukup bagus. Dia sudah bisa cukup akrab dengan kehidupan anak-anak asrama. Ya, secara… dia adalah Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro (HIMATEKTRO) 2010/2011 yang notabenenya adalah pengkader maba di jurusannya.

Dan tahukah kamu, bahwa sang kahima ini awalnya sama sekali tidak ada passion untuk menuntut ilmu di jurusannya. Jangankan menjadi kahima, waktu masih menjadi maba (tahun 2008) saja dia mengaku penjadi penentang pertama setiap kali ada forum rembug dengan warga. Hal ini karena mimpinya sejak awal adalah ingin menjadi dokter. Cita itu pun sudah diamini oleh orang tuanya. Berbagai usaha sudah ditempuhnya. Namun semua berubah ketika Negara api menyerang (lagi) :D


Mengaku belajar dari kegagalan dan keikhlasan, perlahan namun pasti dia mulai bangkit dari keterpurukan. Dia mulai menujukkan pengabdiannya terhadap jurusan melalui kegiatan-kegiatan Pengmas Himpunan. Sampai pada akhirnya dia pun harus berkontribusi lebih dengan menjadi ketua hima.

Tidak hanya organisasi, sederet prestasi lain pun sudah ditorehkannya. Dia tercatat sebagai juara II mahasiswa berprestasi jurusan Teknik Elektro ITS 2010 juga lho. Alumni Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat lanjut (LKMM TL) DIKTI ini memang mantap dah! Terus berkarya untuk bangsa ya, Dito!!!


Fauzi Setyawan, Psikolog Junior Super LAKI!

Laki, rajin baca Al-Qur’an!
Laki, harus semangat baca al-Ma’tsurat!
Laki, Harus sehat dan setiap hari push up!
Laki, pantang bolos latihan Taek won do!
Laki, Laki, Laki !!! Pokoknya ni anak LAKI banget dah. Sebuah ungkapan penyemangat yang luar biasa. Santai, namun sangat bermanfaat. Dengan semangat Lakinya, dia selalu menjadi hiburan di tengah kegalauan teman-teman. Walaupun, terkadang dia sendirilah orang paling galau di kamar dua.
Fauzi, pria asal Tulungagung ini cukup multimimik. Tidak jauh dari pendahulunya, Nanang Rosyadi, Ketua BEM Fakultas Psikologi universitas Airlangga. Tidak heran sih dengan kelakuan anehnya. Mahasiswa psikologi memang rada psicho. Hehee. (kidding)

Saat ini, Fauzi yang diamanahi sebagai ketua Studi Kajian Islam (SKI) Fakultas Psikologi Unair. Fauzi juga cukup ahli dalam terapi pijat. Sehingga tidak jarang anak-anak pada gulung-gulung di kamar kami hanya untuk mengantri sentuhan jari saktinya. Kelebihan lain yang dimilikinya adalah mampu menghipnotis dan membaca karakter seseorang dari wajah, penampilan, dan garis-garis tangannya. Super sekali deh fauzi! Benar-benar psikolog junior yang handal.

Achmad Mujahidin, Ahli Gigi dan Organisasi

Selama ini, mindset yang tertanam di benak saya bahwa mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) apapun itu, adalah sosok kutu buku yang membosankan. Kerjaannya hanya main ke perpustakaan, hidup di depan layar laptop, muter-muter nggak jelas di laboratorium, sampai tidurpun harus ditemanin buku-buku besar setebal bantal.

Namun semua berubah ketika Negara api menyerang. Oooops, salah ngetag. Maksudnya semua mindset itu luntur dengan sendirinya setelah saya mengenal sosok Achmad Mujahidin. Saya biasa memanggilnya Muja, Mujojoo, atau Muja-ho. Muja-Ho ? yups, dia merupakan salah satu inisiator clan Ho yang terdapat bloodline keceriaan di dalamnya. Geje dan menyenangkan. Itulah Muja.


Muja adalah sosok organisator handal. Sebagai Presiden BEM Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga, sosoknya cukup familiar disana. Selain disibukkan dengan kegiatan BEM-nya, pria asal Borneo ini cukup prestatif. Bahkan ditengah kesibukannya, masih sempat-sempatnya dia menyabet piala PIMNAS di Bali tahun lalu. Akhir Nopember ini pun dia harus mempersiapkan diri untuk mengikuti konverensi Internasional di Jepang. Luar biasa! Teruslah berkarya saudaraku!



Demikian sedikit ulasan tentang keluarga kamar dua. Unik dan Menggelitik. Hidup bersama orang luar biasa seperti mereka akan selalu menjadi charger spirit tanpa henti. Terimakasih sudah menjadi inspirasi saya selama satu semester terakhir teman-teman. Good Luck ! Success for your lifeplan then!

Categories:

0 comments:

Post a Comment