April 20, 2011

Posted by Hanif Azhar Posted on 5:53 PM | 4 comments

Pasport, Surabaya, dan Eropa

What an amazing surprise!!! Setelah ada announcement dan Acceptence letter untuk mengikuti International Conference di Ucraine, langkah pertama selain menyiapkan papper untuk presentasi dan performa kesenian adalah . . . PASPORT!!!

Yups, Pasport adalah langkah awal untuk ke luar negeri. Bahkan, kalo ada yang bilang jendela ke luar negeri adalah Bahasa Inggris, sepenuhnya itu belum lengkap kalau belum punya Passport. Well, kali ini akan saya coba untuk share pengalaman membuat passport di Surabaya.
Membuat Passport memang terkesan ribet banget. Tapi apa yang kamu lihat ternyata tidak sepenuhnya benar lho! Buktinya, saya bisa membuat passport dengan mudah hanya dalam 2 hari di Kantor Imigrasi (Kamin) Kelas I Khusus Surabaya.

Kamin Surabaya terletak di JL. Jendral S. Parman 58/A Waru Sidoarjo. Jika berangkat dari arah Surabaya, letaknya setelah Bundaran Waru ke Sidoarjo, jalan terus sampai jembatan layang dan putar balik di putaran pertama. Nanti di sebelah kiri akan terlihat kanyor Kamin. Jika berangkat dari arah Surabaya sebelum putar balik, kantornya tidak terlihat karena tertutup jembatan layang. Mudah kan pencariannya ???

Mengurus paspor dilakukan selama dua hari. Hari pertama penyerahan berkas dan hari kedua foto serta wawancara. Berkas-berkas yang perlu disiapkan adalah:
1. KTP asli dan fotokopi 1 kali dalam kertas A4
2. Kartu Keluarga asli dan fotokopi dalam A4
3. Akte kelahiran atau Ijazah asli dan fotokopi dalam A4
4. Dokumen tambahan. Misalnya saya ke luar negeri untuk International Conference, maka kita bisa menunjukkan LoA (Letter of Acceptance) untuk mempermudah pembuatan passport kita.

Hari Pertama
1. Bawa berkas yang telah disiapkan. PS : Sebaiknya datang pagi sebelum jam 7 pagi! Walaupun Kamin buka jam 8 namun loket antri dibuka jam 7.30 dan biasanya sudah banyak yang antri. Apalagi kalau musim liburan dan musim haji. Bisa sampai keriting nunggunya :D
2. Hal pertama yang dilakukan adalah mengambil nomer antrian di loket 5 atau di mesin antri. nantinya nomer antrian Axx
3. Membeli map Rp10.000,- dan matrai Rp7.000,-
4. Mengambil formulir di loket depan Costumer Care
5. Masuk ruangan, mengisi data dan menunggu
6. Menyerahkan fotokopi berkas dan formulir yang telah diisi dan menunjukkan berkas asli
7. Mendapat tanda bukti penerimaan berkas

Hari Kedua
1. Maksimal pengurusan hari kedua adalah seminggu dari hari pertama atau berkas yang telah diserahkan akan di Delete.
2. Menaruh tanda bukti penerimaan di loket 5 dan menunggu dipanggil
3. Setelah itu, akan mendapat nomer antrian Bxx dari loket 5 untuk antri loket pembayaran
4. Membayar sejumlah uang. Ada 2 pilihan lho...! Rp 255.000,- untuk passport 48 halaman, dan Rp 105.000,- untuk passport 24 Halaman. kemudian mendapat nomer antri Cxx untuk foto dan wawancara. PS : Sebenernya fungsinya sama, antara dua jenis passport tersebut. Yang membedakan hanya ketebalan buku pasportnya. Kalau memang kita berencana sering bepergian ke luar negeri, sangat rekomendasi untuk bikin yang tebal J
5. Masuk ruangan biometrik sesuai nomer antri dan difoto. PS : jangan lupa bawasisir dan alat kosmetik (bagi yang membutuhkan) minimal membawa sabun cair cuci muka biar tidak kumus-kumus ketika difoto untuk pasport, nggak mau kan ?
6. Wawancara. Yaaa, yang nanya emang agak sangar gitu penampilannya. Tapi pertanyaannyaaaa.... adikku yang masih balita pun bisa!!!
"Namanya siapa?, lengkapnya?"
"tanggal lahir?"
"Nama ayah? Ibu?"
"Keperluan apa keluar negeri?" dst...
7. Mendapat bon pembayaran dan paspor bisa diambil seminggu setelahnya

Mudah kan??? lebih mudah lagi bila via internet, karena hari pertama tidak perlu mengantri, disediakan loket sendiri untuk pendaftaran via internet. Ayoooo.... kita gerakkan keluar negeri sebelum lulus kuliah :D


Categories:

4 comments:

  1. mantap kang. suka kalimat terakhirnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayoooo.... kita gerakkan keluar negeri sebelum lulus kuliah :D

      makasih uda berkunjung ya kang Adriyan!

      Delete
  2. Km bawa sabun cuci muka gak nif? kok fotomu tetep kumus2 :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wes ga mikir aneh-aneh san!
      pokoknya beres! hahaha.... antrinya lama euy!!!

      makasih udah berkunjung :)

      Delete