April 17, 2011

Posted by Hanif Azhar Posted on 1:29 PM | 2 comments

Gus Mus Junior & INTERVAL 2011

Sekejap aku teringat puisi lama Gus Mus. Puisi favorit penyentil telinga. Dan (menurutku) hanya orang-orang tidak waras dan tertutup hatinya yang tidak bergetar ketika mendengarnya. Kau ini bagaimana, atau aku harus bagaimana, puisi nakal yang setia menemaniku dalam kegalauan. Merenungi nasib bangsaku, negeriku (hhaha, terlalu tinggi kayaknya), atau dalam skala yang lebih kecil, organisasi mahasiswa (ormawa) di sekitarku.

Yeah . . . Ormawa ! Sebuah lingkup kecil kehidupan politik kampus negeri ini. Sambil tertawa kecil, kucoba menarik memori yang cukup menggelitik. Kehidupan kampus tidaklah se-enjoy bualan sinetron layar kaca. Dimana peran utamanya cakep, suka datang kuliah telat, buat gaduh, jadi jagoan, dan (selalu) mendapat pasangan cantik. Atau sebaliknya, seorang nerd dengan kacamata setebal I-pad yang tak punya teman kencan. Jangankan didekati, bahkan ia selalu dikucilkan dan dimusuhi ! Akhirnya di klimaks episode ia merubah penampilan 180 derajat (ga pake celcius). Ibarat Cinderella, si itik buruk rupa tadi menjelma jadi angsa yang cantik.

Memori itu kembali memanggil tatkala tahun lalu aku masih asyik dengan dunia media. Cukup serakah untuk seorang mahasiswa tingkat dua memegang pimpinan redaksi dua media terbesar di kampusnya. Media eksekutif dan media dakwah. Cukup asyik dan menarik sebagai ladang pembelajaran seorang mahasiswa Desain yang anomali sepertiku. Bagaimana tidak anomali, mindset yang ditanamkan roh-roh pendahulu bukanlah menginginkan sebuah intregalistik Institut. Tapi lebih kepada dunia hip-hip hurray dan hanya enjoy dengan dunianya (yang mereka anggap beda. Ok, disini aku tak kan membahas aroganisme itu kok :)

Ngomong-ngomong tentang Integralistik, hari ini adalah hari dihelatnya sebuah acara besar para mahasiswa baru (maba) ITS 2010. Integralistik Vestival (INTERFAL), sebuah nama yang cukup familiar di dunia musik tentunya. Acara ini menghadirkan performance dari maba beberapa jurusan di ITS. beberapa ? ya, hanya beberapa, karena belum bisa mengakomodasi semua. Bahkan maba jurusanku sendiri tidak bisa berpartisipasi. Yah, aku tak kan berkata banyak mengenai hal ini. Aku rasa puisi Gus Mus di bawah ini cukup mewakili. Cekidot !

Kau ini bagaimana?
kau bilang aku merdeka, kau memilihkan untukku segalanya
kau suruh aku berpikir, aku berpikir kau tuduh aku kafir
aku harus bagaimana?

kau bilang bergeraklah, aku bergerak kau curigai
kau bilang jangan banyak tingkah, aku diam saja kau waspadai
kau ini bagaimana?

kau suruh aku memegang prinsip, aku memegang prinsip kau tuduh aku kaku
kau suruh aku toleran, aku toleran kau bilang aq plin plan
aku harus bagaimana?

aku kau suruh maju, aku mau maju kau selimbung kakiku
kau suruh aku bekerja, aku bekerja kau ganggu aku
kau ini bagaimana?

kau suruh aku takwa, khotbah keagamaanmu membuatku sakit jiwa
kau suruh aku mengikutimu, langkahmu tak jelas arahnya
aku harus bagaimana?

aku kau suruh menghormati hukum, kebijaksanaanmu menyepelekannya
aku kau suruh berdisiplin, kau mencontohkan yang lain
kau ini bagaimana?

kau bilang Tuhan sangat dekat, kau sendiri memanggil-manggilnya dengan pengeras suara tiap saat
kau bilang kau suka damai, kau ajak aku setiap hari bertikai
aku harus bagaimana?

aku kau suruh membangun, aku membangun kau merusakkannya
aku kau suruh menabung, aku menabung kau menghabiskannya
kau ini bagaimana?

kau suruh aku menggarap sawah, sawahku kau tanami rumah-rumah
kau bilang aku harus punya rumah, aku punya rumah kau meratakannya dengan tanah
aku harus bagaimana?

aku kau larang berjudi, permainan spekulasimu menjadi-jadi
aku kau suruh bertanggungjawab, kau sendiri terus berucap wallahu a’lam bissawab
kau ini bagaimana?

kau suruh aku jujur, aku jujur kau tipu aku
kau suruh aku sabar, aku sabar kau injak tengkukku
aku harus bagaimana?

aku kau suruh memilihmu sebagai wakilku, sudah kupilih kau bertindak sendiri semaumu
kau bilang kau selalu memikirkanku, aku sapa saja kau merasa terganggu
kau ini bagaimana?

kau bilang bicaralah, aku bicara kau bilang aku ceriwis
kau bilang jangan banyak bicara, aku bungkam kau tuduh aku apatis
aku harus bagaimana?

kau bilang kritiklah, aku kritik kau marah
kau bilang carikan alternatifnya, aku kasih alternatif kau bilang jangan mendikte saja
kau ini bagaimana?

aku bilang terserah kau, kau tidak mau
aku bilang terserah kita, kau tak suka
aku bilang terserah aku, kau memakiku

kau ini bagaimana?
atau aku harus bagaimana?

Gus Mus

***
By the way, hari ini ada kejutan spesial. Allah mempertemukanku dengan salah satu keponakan Gus Mus. Awalnya aku sih biasa saja, karena aku tak pernah memandang orang dari pangkat dan keturunan. Tapi, darah brilliant Gus Mus kayaknya mengalir deras di dalam tubuh ni anak. Cerdas, Agamis, dan Sosialis !

Namanya Mustofa (branding keluarga mustafa lebih tepatnya), tapi teman-temannya lebih akrab memanggilnya Ofa. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Gajah Mada angkatan 2007. pawakannya biasa saja, tapi matanya memancarkan kecerdasan inner beautynya (hhhaha, kalo cowok juga pake diksi apa ya ? bingung). Dan yang paling penting, dia juga seorang aktivis media di kampusnya. Sering menulis artikel di Jawa pos dan Kompas. So, obrolan kami tentang media pun nyambung ngalor-ngidul. Fantastik ! Sebuah pengalaman yang unik !

Menurutnya, INTERVAL 2011 merupakan awal yang menarik untuk pergerakan mahasiswa ITS beberapa tahun ke depan. Aku sepakat dengan pendapat Ofa. OK, dua pengalaman unik hari ini. Belajar Integralistik dari maba dan keluasan pengetahuan Gus Mus Junior :)
Categories:

2 comments:

  1. sebagai bekas panitia interval, saya mengucapkan terima kasih atas pertisipasinya dalam acara INTERVAL
    hehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama :)
      terimakasih atas kunjungannya

      INTERVAL T.O.P B.G.T

      Delete