February 23, 2011

Posted by Hanif Azhar Posted on 5:04 AM | 4 comments

Motivasi Original, Temukan dan Rasakan !

“Kahima kok mroyekan,” Muhlas membuka obrolan malam itu. “Hahahaa, rejeki kok ditolak,” jawabku singkat, sambil memasang wajah innocent. “Kalau kuliah tidak disambi part time job, emangnya kamu mau memenuhi kebutuhanku ?,” candaku. Tidak disangka, percakapan ringan teman sekamar pelepas penat ini berbuntut diskusi panjang sampai pagi menjelang.

Muhlas Hanif Wigananda, teman sekamar baru sekaligus teman debat yang menyenangkan. Seorang orator pergerakan mahasiswa handal, penuh semangat, dan logika. Rak bukunya dipenuhi buku-buku bacaan setebal bantal. Entah itu filsuf ternama, teori dan retorika, sampai sejarah Tan Malaka. Cukup lengkap, dan mangsa empuk bagi penikmat buku minim modal sepertiku :D

“Kadang aku iri denganmu,” ucapnya lirih. Dalam hati aku hanya bisa mengandai-andai, apa yang dipikirkan ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil ITS ini. Menurutku hidupnya sudah cukup memuaskan. Keluarga bahagia, prestasi melimpah, karir cemerlang, dan sepertinya tidak ada masalah serius dalam kesehariannya. “Kebanyakan orang sukses, pembawa perubahan berasal dari kehidupan sulit. Mereka memiliki motivasi original yang tak kan luntur sampai kapan pun,” tegasnya.

Aku menjadi semakin bingung dengan obrolan ini. Dipikir-pikir aneh juga, ada seorang pemuda berkehidupan mapan, malah pengen hidup pas-pasan, atau lebih tepatnya pengen merasakan kesusahan. “Arek iki habis kesambet dimana sih?” pikirku singkat. Sepintas dia menceritakan buku-buku yang sudah dibacanya, sejarah para pahlawan nasional, dan kisah Nabi dan Rasul dengan segala cobaannya. Bahkan, sesekali dia mengungkapkan proses terbentuknya batu berlian yang membawaku pada memori kecil kala Pendidikan Kepemimpinan Nasional PPSDMS Juli tahun lalu.
***
Diam-diam, aku pun tertarik untuk mengidentifikasi tentang motivasi original. Pagi itu, aku mulai berselancar di dunia maya, lantai 2 asrama. Dengan bantuan mbah Google, aku berharap akan menemukan sesuatu yang kucari. Tapi kali ini sedikit mengecewakan. Kemudian, Seorang kawan menghampiriku dan mengajak diskusi ringan. Arief Syaifurrizal, mahasiswa Fakultas Perikanan UNAIR 2009.

“Mas, bagaimana cara paling ampuh membuktikan pada orag tua kita kalau kita sudah mandiri ? cukupkah hanya dengan kemampuan mencukupi kehidupan finansial saja?” tanyanya singkat. Aku terdiam sejenak. Teringat kembali obrolan panjang dengan Muhlas semalam.

Jujur, setahuku si Arief ini adalah pemuda yang sudah sangat berkecukupan. Anak seorang Ketua Dinas perikanan di kotanya, kehidupan mewah, prestasi dimana-mana, paras diatas rata-rata, fans melimpah, apa lagi yang kurang ? Kemudian dia sedikit menceritakan kehidupannya yang cukup menarik.

Sepintas aku teringat muhlas, dua orang sahabat yang merasa tidak nyaman karena zona nyamannya. Terdampar di zona nyaman hanya membuat kita menjadi zombie. Sebagaiman filosofi air yang pernah diungkapkan Bang Bachtiar Firdaus, Pimpinan Program pembinaan PPSDMS pusat, “Air itu mengalir, terus bergerak dan membawa manfaat. Sekali air itu terhenti dari pergerakan dan menggenang, ia akan menjadi tidak sehat, berbau, dan sarang penyakit bagi kehidupan sekitarnya,”

***
Motivasi Original, oh Motivasi Original . . . Definisi saja belum ketemu, apalagi merasakan. Bagiku motivasi original adalah sebuah motivasi internal yang kuat, yang membentuk tekat dan semangat. Sebuah spirit yang tak pernah kering, bagaikan minyak pelumas alami ketika futur dan low motivasi. Dan satu lagi, Motivasi Original bukan hanya berkutat pada finansial dan ekonomi, kawan.

Kuakui, permasalahan ekonomi biasanya menjadi akar sebuah permasalahan. Bagaikan efek domino, finansial akan memacu yang lain. Bahkan bisa saja tak berujung bak sinetron lokal tiada akhir. Satu sesi selesai, akan dipaksakan untuk melanjutkan ke sesi berikutnya. (emangnya Cinta Fitri session 7, hhahaa).

Banyak hal di dunia ini yang bisa kita jadikan motivasi original. Aku pribadi, kehidupan masa lalu yang suram yang bahkan ingin kulupakan, kuakui sering memberikan motivasi tersendiri. Aku bukanlah orang terbuka yang bisa sharing pengalaman pahit pada siapa saja. Ingin, ingin sekali rasanya untuk meluapkan hal ini. Tapi aku yakin, tempat sharing luar biasa hanyalah pada sang Chaliq.

Ketika memori itu muncul tiba-tiba, Dia punya cara tersendiri untuk menguatkan hambanya. Kisah dua nabi ini pun kujadikan referensi dan motivasi.

Musa tak pernah menyesal dihanyutkan di Sungai Nil oleh ibunya
Musa pun tak pernah protes diadopsi Raja Tirani sepanjang sejarah manusia
Yusuf tak pernah sombong dijadikan anak kesayangan orang-orang disekitarnya
Yusuf pun tak pernah dendam dengan saudara-saudara yang hampir membunuhnya
Karena mereka tahu, disanalah ladang pembelajaran kehidupan yang sebenarnya
Dan ingatlah kawan . . .
Tuhan menguji keikhlasan dalam kesendirian
Tuhan memberi kedewasaan ketika masalah berdatangan
Tuhan melatih ketegaran dalam kesakitan
Pertanyaannya apakah hati ini tetap istiqomah ?
Ya Alloh aku tak minta dikurangi cobaan ini
tapi kuatkan punggungku untuk memanggulnya.
Bismillah, semoga ilmu dan amanah ini barokah ^^

Categories:

4 comments:

  1. niipp!! mampir blogku dong!! heehe http://sabilablabla.blogspot.com/

    ReplyDelete
  2. Siap Sabilah! maap baru buka blog
    REBORN! hahahaa

    ReplyDelete
  3. Semoga diberikan yang terbaik , dan sukses terus gan

    ReplyDelete
  4. Setiap orang perlu dan butuh motivasi, tapi motivasi setiap orang berbeda-beda, ada yang terinspirasi bukan termotivasi.. Jadi motivasi memang perlu punya, karena ketika sedang down, maka kita akan semangat ketika ingat dengan motivasi.

    ReplyDelete