January 2, 2011

Posted by Hanif Azhar Posted on 6:48 PM | 5 comments

Kottler : Antara ITS dan Harvard University

Siapa sangka, Drs Ec Hermawan Kartajaya MSc FCIM (UK), seorang pakar ilmu marketing internasional ini pernah Drop Out dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Siapa sangka pula kalau ITS akan menganugrahkan gelar doktor kehormatan kepada mahasiswa yang pernah dikeluarkannya 45 tahun lalu itu. Bahkan, Dia pun mengaku sukses besar karena ITS.


Hermawan Kertajaya adalah Founder dan President MarkPlus, Inc. Pada tahun 2003, dia termasuk dalam "One of the 50 Gurus Who Has Shaped the Future Marketing" oleh Chartered Institute of Marketing, United Kingdom, bersama sejumlah ikon dunia seperti Philip Kottler, Tom Peters, Theodore Levitt, David A. Aaker, Seth Godin, Malcolm McDonald, Gary Hamel, dll. Prestasinya di bidang marketing tidak hanya dalam ruang lingkup lokal, namun sudah mengglobal.

Tidak bisa dipungkiri, kesuksesan Hermawan Kartajaya juga berkat sumbangsih dari ITS. Pernah menjadi mahasiswa teknik membuatnya selalu berpikir logis dan kritis. Selain itu, mahasiswa teknik juga dituntut untuk mampu melakukan perhitungan yang cepat dan tepat. Itulah yang menjadikannya berbeda dengan pakar marketing pada umumnya.

"Penganugrahan gelar doktor honoris Causa, adalah doktor kehormatan bagi orang-orang luar biasa yang sudah menunjukkan kontribusinya di dunia," ungkap Prof. Priyo Suprobo MSc Phd. Selain itu, rektor ITS itu menambahkan, kebetulan dia banyak membantu di ITS, dan menjadi tenaga pengajar di MMT ITS. Kebetulan pula, dia pernah menjadi mahasiswa ITS.

Menurut Philip Kottler, keputusan cerdas ITS mengangkatnya menjadi doktor honoris Causa adalah tindakan yang luar biasa. Hal ini disampaikan Hermawan Kartajaya pada konferensi pers Rabu (15/12) siang kemarin. Bahkan, guru besar marketing dunia ini mengungkapkan kalau ITS lebih baik dari Harvard University. Hal ini dikarenakan Harvard saja tidak berani memberi gelar doktor kehormatan kepada Bill Gates yang pernah drop out dari universitas tersebut, namun ITS mampu.


Gambar Universitas Harvard, diambil dari merrylah.files.wordpress.com

Setelah mendengar pernyataan tersebut, seluruh ruangan Grha Sepuluh Nopember pun menggema dengan tepuk tangan dari berbagai sudut. Bahkan, Probo semakin optimis dengan cita-cita luhur ITS yang akan menuju International Research University. Sebuah langkah tepat sebagai pencitraan dan batu loncatan mencapai visi mulia tersebut.

Selain itu, banyak hal yang membuat saya semakin kagum dengan bapak dua anak tersebut. Pasalnya, ilmu dan konsep marketing yang luar biasa itu didapatnya dari inspirasi rasulullah, Muhammad SAW. Padahal, Hermawan notabenenya adalah seorang katolik. Secara keilmuan pun dia sudah banyak mendalami Islam. Bahkan dia mengaku mengajar di Pondok Pesantren Langitan, dan akan diperluas ke Ponpes Tegalrejo. Luar biasa !!!




Karena kemampuannya tersebut, pemaparan tesisnya pun bagaikan sebuah ceramah agama seorang ustadz. Kami dibuat tertawa, dibuat serius, dibuat santai, bahkan dibuatnya termenung dengan luar biasanya Islam, agama yang kami peluk selama ini. Sungguh mengagumkan, bahkan seorang katolik pun merasakan indahnya Islam rahmatan lil alamin.

berbagai macam ekspresi, mulai dari yang serius sampai tertawa lucu mendengar pemaparannya bisa kita lihat pada ekspresi peserta diatas. ekspresi sahabat saya, Imron Gozali, yang tertawa terpingkal-pingkal mendengarkan dakwah islam dari seorang katolik. Padahal, Ketua Himpunan Teknik Kimia (HIMATEKK) ITS itu notabenenya adalah tipe mahasiswa serius dimana alis selalu mengkerut, hehee. Hiburan dan pengetahuan yang luar biasa.


Setelah acara, tibalah saatnya ramah tamah. Dengan sigap, kami pun segera meluncur ke ruang hidangan utama. Kami memang sengaja meluncur pertama supaya selesai duluan, selanjutnya bisa mencuri momen berfoto ria dengan pakar marketing internasional tersebut. Beberapa sahabat yang sadar kalau kami akan bernarsis ria pun segera gabung. Seorang sahabat lama, Diaz Permana, partner BEM ITS 4B 2009/2010 pun mengajak rombongan Paduan Suaranya. Bahkan Presiden BEM ITS, Dalu Nuzulul Kirom pun ikutan nampang dalam foto narsis tersebut.



Sebelumnya, saya bertemu dengan seorang sahabat lagi, Faisal maulana. Menurut Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Fisika (HMTF) ITS itu merasa senang bisa menghadiri penganugrahan orang luar biasa yang berpengaruh pada dunia marketing internasional itu. Ya, karena bertemu dengan Imron, bisa ditebaklah... kemana arah obrolan kita selanjutnya kalau kahima-kahima HMJ berkumpul. Presidium mini pun sempat digelar di Grha sepuluh nopember. hahahaaa


Setelah semuanya selesai, naluri jurnalistikku pun muncul kembali. Konferensi pers di ruang Bromo pun aku masuki. Bersama para wartawan dari berbagai media nasional, aku pun berebutan bertanya pada Hermawan yang didampingi oleh Rektor ITS, Prof. Ir.Priyo Suprobo, MS, PhD, Rektor Universitas Indonesia, Prof. Dr. Der Soz. Gumilar R. Soemantri, Direktur Nanyang Technopreneurship, Singapore, Prof. Hooi Den Huan. Jujur, saya baru sadar, kalo event kali ini adalah event internasional. Jadi semakin merasa tidak bersalah meninggalkan mata kuliah siang itu, hahaaaa.

setelah puas wawancara, sesi foto narsis pun dimulai. setelah aku minta ijin foto bersama beliau, ternyata ada sesosok makhluk narsis nempel kaya perangko. Adalah Tika We, seorang wartawan Okezone.com. mahasiswa Statistika ITS itu dulunya adalah tim saya dalam ITS Online angkatan 2008. Bisa dilihat sendiri bagaimana narsisnya para wartawan itu.

Aniwey, Hermawan Kertajaya adalah salah seorang yang saya kagumi. Seorang Genius Marketer Made in indonesia yang luar biasa. Katolik tulen yang mengaplikasikan Islam sebagai rahmatan lil alamin. Subhanallah, Amazing ! Mimpi jadi The Young Creativepreneur indonesia pun serasa kuncu lagi. Ganbatte Hanza !!!
Categories:

5 comments:

  1. Sik sik..
    Ralat 1: Philip Kottler with double 't'.
    Ralat 2: honoris CAUSA, bukan KLAUSA, Om..
    Ralat 3: Dooi Hen Duan is a Prof.
    Ralat 4: Wartawan yg narsis kamu thok, Niv. Aq kan cuma nebeng. Yg kmaren minta poto itu bukan wartawan, tapi klien MarkPlus. Wajar kl ngefans Pak Hermawan.

    By the way, abiz poto2 aq wawancara ma Pak Hooi Den Huan. Aq cari dirimu, tapi wes gag ada. Ya uwez, kita ber2an doank, gag urus bukan muhrim, yang penting intim. Lho? Astajiiiimm!!

    ReplyDelete
  2. hwaaaaaa...... akeh koreksi iki
    OK-OK, suwooon, segera diralat :D
    (persiapan jd redaktur website ITS iki, hahaaa)

    maaf mbak, siang itu aku sudah kebingungan sampe lali anak-bojo xp. wayahe kuliah DP3 6SKS, lha ujan deres, kondisi aku gag bawa sepeda motor karena berangkatnya bareng sohibku, imron (foto diatas)

    aku ditinggal karna dia ada praktikum, huhuuuu
    alhasil, aku pun minta anterin Bu ndari (Humas ITS) nebeng ke kampus, wkwkwkwkwkkkk

    ReplyDelete
  3. Ya, HK adalah manusia internasional dengan lidah surabaya, ilmunya menembus batas-batas keilmuan, ras, negara dan agama. Dan Doktor adalah sesuatu yang sudah seharusnya beliau terima. Saya suka anekdot Philip Kottler menyambut gelar ini: " ITS lebih cerdas dari Harvard dengan memberi gelar Doktor pada mantan mahasiswanya yang DO sebagai pengakuan atas keilmuannya. Harvard tidak melakukannya pada Bill Gates." hehehe

    ReplyDelete
  4. hmm.. mari kita nanti kiprah pak HK di ITS

    (soalnya selama ini di MMT terus sih :D)

    ReplyDelete
  5. ya, mari bersama kita nantikan kiprah HK :)
    etnis tiong hoa berlidah suroboyo :)

    ReplyDelete